Tuhan Itu Dikenali, Bukan Dibela : Muslim Itu Menyebar Kedamaian

Tuhan Itu Dikenali, Bukan Dibela : Muslim Itu Menyebar Kedamaian

Kita hidup pada zaman ketika nama Tuhan sering digunakan untuk memenangkan argumen, melegitimasi amarah, bahkan membenarkan kekerasan. Tapi, benarkah kita sedang membela Tuhan? Atau, justru membela ego kita sendiri?

“Hidup ini bukan lomba panjat pinang duniawi. Bukan siapa paling kaya, paling terkenal, paling viral. Tapi, siapa yang paling sadar bahwa setiap langkahnya adalah tanggapan atas undangan Tuhan. Hidup ini bukan seberapa jauh Anda lari, tapi seberapa dalam Anda mengerti,” demikian kata penulis dalam buku ini.

Emha Ainun Nadjib juga mengajak kita menengok kembali hakikat iman dan keberagamaan. Serta mempertanyakan kebiasaan kita yang sering kali terlalu mudah bicara atas nama Tuhan, tapi enggan berlama-lama duduk diam di hadapan-Nya.
Buku ini menelusuri bagaimana manusia beriman, mengenal, dan memahami Tuhan secara jujur melalui perjalanan batin dan akal, bukan secara teoretis. Dan, menolak cara kita beragama yang sering kali hanya sebatas suara, tanpa menyentuh rasa.


Kita hidup pada zaman ketika nama Tuhan sering digunakan untuk memenangkan argumen, melegitimasi amarah, bahkan membenarkan kekerasan. Tapi, benarkah kita sedang membela Tuhan? Atau, justru membela ego kita sendiri?

 

“Hidup ini bukan lomba panjat pinang duniawi. Bukan siapa paling kaya, paling terkenal, paling viral. Tapi, siapa yang paling sadar bahwa setiap langkahnya adalah tanggapan atas undangan Tuhan. Hidup ini bukan seberapa jauh Anda lari, tapi seberapa dalam Anda mengerti,” demikian kata penulis dalam buku ini.

 

Emha Ainun Nadjib juga mengajak kita menengok kembali hakikat iman dan keberagamaan. Serta mempertanyakan kebiasaan kita yang sering kali terlalu mudah bicara atas nama Tuhan, tapi enggan berlama-lama duduk diam di hadapan-Nya.

Buku ini menelusuri bagaimana manusia beriman, mengenal, dan memahami Tuhan secara jujur melalui perjalanan batin dan akal, bukan secara teoretis. Dan, menolak cara kita beragama yang sering kali hanya sebatas suara, tanpa menyentuh rasa.

PenulisEmha Ainun Nadjib
PenerbitNoura
ISBNOn Process
Halaman200
SKU NA-268
Categories AgamaDewasa
Tags #dewasa#Islam

Buku Rekomendasi Untukmu

Temukan jendela dunia baru melalui deretan buku terbaik yang kami pilihkan