How Can I Be Grateful When I Feel So Resentful? Mempraktikkan Rasa Syukur Sejati demi Kedamaian Hati

How Can I Be Grateful When I Feel So Resentful? Mempraktikkan Rasa Syukur Sejati demi Kedamaian Hati

Paling tidak, sekali dalam hidup kita pasti pernah merasakan kebencian yang sangat dalam. Ketidakadilan, pengabaian, rasa iri, atau pemantik lain, kerap menyalakan kesumat dalam diri. Rasa benci berangsur menggerogoti, sehingga tanpa sadar malam demi malam kita lalui dengan kegusaran yang menghantui. Menciptakan rasa sakit, menyisakan perih di hati.

 

Tak peduli seberapa keras kita ingin melupakan rasa itu dan berusaha menjadi orang berhati besar dan legawa atas semua perlakuan keji yang kita terima, nyatanya rasa sakit hati kita terlalu besar untuk ditaklukkan. Perlahan, tak hanya psikis, fisik pun menjadi korban.

 

Ditulis berdasarkan penelitian selama lebih dari dua dekade, How Can I Be Grateful When I Feel So Resentful? menyajikan strategi praktis yang secara bertahap dapat membantu kita menguraikan hubungan yang sulit, kemudian melepaskan diri dari kebencian melalui penerapan rasa syukur. Melalui rasa syukur, kita dapat melenyapkan kebencian yang mengakar kemudian memulai hidup baru yang penuh damai.


Paling tidak, sekali dalam hidup kita pasti pernah merasakan kebencian yang sangat dalam. Ketidakadilan, pengabaian, rasa iri, atau pemantik lain, kerap menyalakan kesumat dalam diri. Rasa benci berangsur menggerogoti, sehingga tanpa sadar malam demi malam kita lalui dengan kegusaran yang menghantui. Menciptakan rasa sakit, menyisakan perih di hati.

 

Tak peduli seberapa keras kita ingin melupakan rasa itu dan berusaha menjadi orang berhati besar dan legawa atas semua perlakuan keji yang kita terima, nyatanya rasa sakit hati kita terlalu besar untuk ditaklukkan. Perlahan, tak hanya psikis, fisik pun menjadi korban.

 

Ditulis berdasarkan penelitian selama lebih dari dua dekade, How Can I Be Grateful When I Feel So Resentful? menyajikan strategi praktis yang secara bertahap dapat membantu kita menguraikan hubungan yang sulit, kemudian melepaskan diri dari kebencian melalui penerapan rasa syukur. Melalui rasa syukur, kita dapat melenyapkan kebencian yang mengakar kemudian memulai hidup baru yang penuh damai.

PenulisDr. Kerry Howells
Jumlah Halaman260
PenerbitNoura
ISBNOn prosess
SKU ND-523
Categories InspirasiNon Fiksi
Tags #Non Fiksi#Pengembangan Diri

Buku Rekomendasi Untukmu

Temukan jendela dunia baru melalui deretan buku terbaik yang kami pilihkan